Rabu, 01 Juli 2015

Yang sukses dan yang Gagal dari Google+

Google+ yang digadang gadang sebagai facebook killer ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sejauh ini, respon terhadap Google+ sangat minim, hanya fans berat Google dan Android saja yang mendominasi jejaring sosial ini.

Walaupun demikian, Google+ punya beberapa komponen yang cukup sukses di jadikan produk baru oleh Google. Sebelum lebih jauh, sebenarnya membuat jejaring social baru di era sekarang memang tidak relevan. Trend sekarang berkembang ke arah jejaring sosial spesialis dan mengarah ke pengguna Mobile.

Jika kita tilik lebih jauh lagi, Facebook menyadari hal ini dan berusaha memecah Layannya kedalam layanan yang saling independen terhadap yang lain. Layanan Facebook yang independent adalah Oculus Rif,InstaGram dan WhatsApp. Selain itu, aplikasi facebook di mobile sendiri juga sudah terpecah menjadi tiga yaitu Facebook App, Facebook Messenger dan Page Manager.

Sepertinya, Google belajar dari Facebook dan sekarang memecah beberapa komponen Google+ menjadi produk yang berdiri sendiri. Berikut ini adalah layanannya.

Komponen Google+ Sukses!

Google Hangout

Google hangout 

Google Hangout adalah produk yang semula menjadi layanan instant mesaging dan video conference di Google+. Namun karena kepopulerannya serta google sendiri punya banyak layanan sejenis, sekarang Hangout menjadi payung untuk semua komunikasi langsung.

Google hangout terintegrasi di Android menyatu dengan  SMS, GMail Chat, Google talk dan  Google Voice (Voip dari Google). Google hangout punya nilai Plus dibanding layanan lain karena kemampuannya melakukan teleconference sampai maximal 10 orang. Sejauh ini, layanan yang ada hanya layanan video face to face. Google melakukan perubahan radikal dengan menambahkan fitur face to face to face.

Kelebihan Google hangout dibanding layanan lain adalah tersedia disetiap sistem operasi. Google hangout tersedia lewat Aplikasi Chrome (Win,Linux dan Mac) serta tersedia di platfrom androdi dan iOS.

Kelebihan dari Hangout yang lain adanya fitur Hangout on Air. Hangout on Air pada dasarnya adalah hangout untuk teleconference, elearning atau layanan sejenis dan hasil conference langsung terekam dan tersimpan di Youtube.  Karena kelebihan diatas itulah maka Google hangout memisahkan diri dari layananan Google+.

Google Photo



Google Photo adalah produk yang merupakan evolusi dari produk bernama Picassa Web Album. Setelah ada Google+, picassa web album berhenti beroperasi dan layanan ini terintegrasi dengan Google+ Photo. Kelebihan utama dari Google+ Photo  adalah layanan Instant Upload yang terintegrasi dengan camera Android. Cara kerjanya, saat user mengambil foto, maka secara otomatis foto akan tersimpan di Google+ Photo, Artinya jika Foto di smartphone rusak, hilang atau di curi, data foto tidak akan hilang :) .

Setelah Google menyadari bahwa Tidak setiap orang mengupload foto untuk di share ke dunia, Google memutuskan untuk memisahkan layanan ini kedalam layanan yang berbeda dengan menghilangkan tanda +. Layanan ini bernama Google Photo. Google photo juga mempunyai kapasitas penyimpanan tidak terbatas untuk foto dengan ukuran maximal 16 Megapixel dan video dengan  format HD.

Kelebihan lain dari Google Photo adalah fitur pencarian dan dan pendeteksian gambar. Sebagai contoh anda pergi kebali dan mengambil beberapa foto disana. Nama dari foto ini adalah Foto1.jpg ,foto2.jpg dan foto3.jpg. Namun anda cukup mencari Bali. dan Bingo! foto foto tadi akan muncul. Google memanfaatkan Machine learning untuk pencarian canggih ini.

Google Profile


Google profile sebenarnya bukan sebuah produk namun lebih tepat sebagai Identitiy Service. Dengan Google Profile, kemanapun anda berpindah di layanan Google, Nama dan Foto profile akan selalu sama. Google profil ini dipakai di Android, Google search, Blogger, Youtube dan berbagai produk google lainnya. Dengan Google Profile, paling tidak Google sudah memastikan bahwa Akun akan konsisten apapun layanan yang dipakai oleh user.


Untuk mengakses Google profile silahkan akses https://profiles.google.com/me.



Komponen Gagal

Walaupun ada beberapa komponen yang sukses, Google+ adalah produk gagal. Beberapa komponen utama yang gagal adalah Sebagai berikut:

Google games
Google semua mengira dengan memperkenalkan Game berkualitas, Maka Pengguna facebook pecandu Game akan berpndah ke Google+. Waktu itu, Facebook timeline terlalu ramai dengan game update dan game invite. Google+ memberi solusi dengan cara memisah antara Timeline update status dengan timeline update game. Sayangnya, dengan berjalannya waktu, Komponen ini hilang dari Google+.


Google+ Spark

Google+ Spark adalah layanan yang menampilkan Artikel paling populer di pencarian Google. Sayangnya tema yang terlalu general tidak membuat orang suka dengan Spark. Bagi para pecinta Teknologi, Google+ justru sangat menarik karena kita bisa langsung membaca artikel populer saat ini. Google menghentikan spark dan emngganti dengan WhatsHot dan Trend. Whatshot akan menampilkan artikel atau video paling banyak di share saat ini dan trend lebih mirip Twitter trend.

Google Helpout
Google Helpout tidak sepenuhnya merupakan produk google+, helpout adalah usaha google mengimplementasikan hangout untuk membantu dalam proses elearning. Dalam proses elearning ini, nantinya ada tentor dan ada siswa. Tentor mencharge siswa perjam (misal 10usd/jam).  Sebagian tentor helput juga menyediakan layanan free. Sayangnya, layanan ini juga mati ditengah jalan.

Google Huddle

Huddle adalah layanan chat khusus pengguna Google+. Huddle tidak dilanjutkan karen fitur ini adalah fitur redundant dari Google talk. Parahnya lagi, huddle tidak bisa chat dengan google talk. Huddle adalah fitur chat sesama google+ user. Karena semakin menambah ribet layanan chat di Google, Huddle akhirnya dilebur ke hangout.

Google+ page
Google+ page adalah layanan saingan dari Facebook Page. layanan ini terintegrasi dengan Google Places. Targetnya adalah pemilik usaha bisnis. Google page kurang sukses dan Google membuat layanan terintegrasi dengan nama Google MyBisnis dan menjadikan Google+ sebagai komponennya. Pada intinya, Google+ Gagal menarik pengguna bisnis untuk mempromosikan produkna disni. Gimana mau promo, pemakainya saja ga ada!

Google + Stream 
Produk paling gagal sejauh ini. Google+ Stream intinya adalah update status ala Google+. Stream ini terlihat sepi karena pemakai sedikit. Google berusaha mengaktifkan layanan ini dengan membuat fitur baru yang masih berhubungan dengan stream yaitu collection.

Collection adalah mengelompokan Update status berdasarka thema atau kategorinya. Sebelumnya, Google+ hanya bisa mengupdate status berdasarkan circle (semacam pengelompokan daftar teman) di facebook. Collection keluar belum lama ini, jadi belum tahu apakah cara ini efektif menarik user di Google+. Namun, dengan melihat usaha google melepas branding Google+ diberbagai layanannya, saya sendiri yakin bahwa layanan ini tidak lama lagi akan punah.


Ok, sampai sini dulu, kemungkinan 2-3 tahun kedepan, prediksi saya, Google+ akan di shutdown dan komponen sukses akan di jadikan produk baru oleh Google. Namun, ini sebenarnya bukan masalah Google+ saja, namun Facebook juga sudah menyadari bahwa Jejaring sosial saja tidak cukup, sekarang eranya penyederhanaan layanan dan spesialisasi layanan.